Ada tamu yang ga dikenal dateng, dan Nabi Ibrahim langsung nyuguhin anak sapi gemuk yang dipanggang ๐ Anehnya, ga ada satu pun yang mau makan ๐ณ Ternyata tamunya bukan manusia biasa.
Tamu yang dimuliakan
Al-Qur'an ngebuka kisah ini dengan pertanyaan:
"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?"
QS Adz-Dzariyat [51]: 24Suatu hari, beberapa tamu dateng ke rumah Nabi Ibrahim. Mereka ngucapin salam, dan beliau ngebales salam mereka ๐ (QS Adz-Dzariyat: 25; QS Hud: 69)
Ga banyak nanya, langsung nyuguhin
Tamu-tamu itu belum beliau kenal. Tapi Nabi Ibrahim ga banyak nanya ๐ค Beliau diem-diem nemuin keluarganya, dan ga lama kemudian balik lagi bawa daging anak sapi gemuk yang dipanggang. Terus hidangan itu beliau deketin ke para tamu (QS Hud: 69; QS Adz-Dzariyat: 25-27).
"Kok ga dimakan?"
Beliau nanya, "mengapa tidak kamu makan?" ๐ค Tangan para tamu ga nyentuh hidangan itu sama sekali. Nabi Ibrahim mulai curiga dan ngerasa takut sama mereka (QS Adz-Dzariyat: 27-28; QS Hud: 70).
Para tamu nenangin beliau, "jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth" ๐ผ Ternyata mereka malaikat. Makanya mereka ga nyentuh makanan (QS Hud: 70; Tafsir Ibnu Katsir).
Kabar gembira buat Sarah
Para malaikat juga bawa kabar gembira: bakal lahir seorang anak yang alim, yaitu Ishaq, dan setelah Ishaq bakal lahir Ya'qub ๐ถ Istri beliau, Sarah, yang berdiri di deket situ, tersenyum dengernya (QS Hud: 71; QS Adz-Dzariyat: 28).
Sarah dateng sambil memekik dan nepuk wajahnya ๐ฎ (QS Adz-Dzariyat: 29)
"Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib."
QS Hud [11]: 72Para malaikat jawab, "mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kamu, wahai ahlulbait!" ๐ค Ga ada yang mustahil buat Allah (QS Hud: 73).
Yang dipikirin malah kaum Luth
Setelah rasa takutnya ilang, Nabi Ibrahim malah mikirin nasib kaum Luth. Beliau bersoal jawab sama para malaikat soal mereka ๐ Allah pun muji beliau, "Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)" (QS Hud: 74-75).
Tapi keputusan udah ditetapin โณ "Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak" (QS Hud: 76).
Adab memuliakan tamu
Dari kisah ini kita belajar adab memuliakan tamu: segera nyuguhin, ngasih yang terbaik, dan deketin hidangannya ke tamu ๐ฝ๏ธ Rasulullah SAW juga bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."
HR Bukhari 6018 & Muslim, dari Abu HurairahFakta vs mitos โ ๏ธ
- โ Tamu Nabi Ibrahim itu malaikat dan ga nyentuh hidangan: ada di Al-Qur'an (QS Hud: 69-70; QS Adz-Dzariyat: 24-28).
- โ Kabar gembira kelahiran Ishaq dan Ya'qub: ada di Al-Qur'an (QS Hud: 71).
- ๐ก "Nabi Ibrahim takut karena tamu yang nolak makan dianggap berniat buruk": ini penjelasan di kitab tafsir (Tafsir Ibnu Katsir).
Pelajaran dari hidangan Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim muliain tamu yang belum beliau kenal, tanpa banyak nanya ๐ค Langsung disuguhin yang terbaik. Menurutmu, apa cara sederhana muliain tamu yang masih bisa kita lakuin hari ini? ๐
Daftar sumber
- QS Hud [11]: 69-76
- QS Adz-Dzariyat [51]: 24-30
- QS Al-Hijr [15]: 51-56
- HR Bukhari 6018 & Muslim (Abu Hurairah, perintah memuliakan tamu)
- Tafsir Ibnu Katsir (malaikat tidak makan dan alasan Nabi Ibrahim merasa takut)