Nabi Ibrahim pernah berdoa, "perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati" ๐ค Sekilas kedengeran kayak orang ragu ya? Tapi jawaban beliau pas Allah nanya justru ngajarin kita soal iman dan ketenangan hati.
Doa dari kekasih Allah
Nabi Ibrahim itu kekasih Allah, nabi yang imannya kokoh banget ๐ค (QS An-Nisa: 125). Suatu hari beliau berdoa, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati" (QS Al-Baqarah: 260).
"Belum percayakah engkau?"
Allah berfirman, "belum percayakah engkau?" ๐ญ Nabi Ibrahim jawab:
"Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)."
QS Al-Baqarah [2]: 260Jadi beliau udah yakin. Beliau cuma pengen liat sendiri pake mata kepalanya.
Perintah yang ga biasa
Allah pun ngasih perintah yang ga biasa ๐๏ธ "Ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian" (QS Al-Baqarah: 260).
Burung-burung itu dicincang, bagian-bagiannya dicampur, terus disebar ke bukit-bukit yang beda โฐ๏ธ Udah ga ada lagi bentuk burung yang tersisa. Yang ada cuma potongan-potongan di tempat yang berjauhan (Tafsir Ibnu Katsir).
Dipanggil, langsung dateng
Lalu Allah berfirman, "kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera" ๐ฃ Nabi Ibrahim manggil. Potongan-potongan itu nyatu lagi, dan burung-burung itu dateng ke beliau dengan cepet (QS Al-Baqarah: 260; Tafsir Ibnu Katsir).
Ayatnya ditutup dengan kalimat, "ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana" โจ Ngidupin lagi yang udah tercerai-berai itu gampang buat Allah. Begitu juga kebangkitan manusia nanti (QS Al-Baqarah: 260).
"Kita lebih berhak ragu daripada Ibrahim"
Rasulullah SAW pernah bersabda soal kisah ini ๐
"Kita lebih berhak ragu daripada Ibrahim, ketika beliau berkata, 'Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.'"
HR Bukhari 3372, dari Abu HurairahSekilas kedengeran kayak Nabi Ibrahim ragu. Tapi tunggu dulu ๐
Maknanya justru kebalikannya
Para ulama ngejelasin, maknanya justru kebalikannya ๐ก Kalau Nabi Ibrahim dianggap ragu, tentu kami lebih pantes ragu. Padahal kami ga ragu, apalagi Nabi Ibrahim. Penjelasan ini dinukil An-Nawawi dari Al-Muzani (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi).
Ibnu Katsir juga negesin, "ragu" di sini bukan kayak yang dipahami orang yang ga berilmu (Tafsir Ibnu Katsir).
Jadi yang diminta Nabi Ibrahim bukan bukti bahwa Allah mampu. Itu udah beliau yakini ๐ค Beliau pengen naik dari yakin karena ilmu, ke yakin karena nyaksiin sendiri, biar hatinya makin tenang (QS Al-Baqarah: 260; Tafsir Ibnu Katsir).
Fakta vs mitos โ ๏ธ
- โ Empat burung yang dicincang terus dateng lagi: ada di Al-Qur'an (QS Al-Baqarah: 260).
- โ Nabi Ibrahim ga ragu: ditegasin ayatnya sendiri ("aku percaya") dan dijelasin para ulama. Cek di Cek Kisah.
- ๐ก "Jenis burungnya merak, ayam jago, merpati, dan gagak atau bangau": cuma ada di kitab tafsir, dan ulama beda pendapat soal ini (Tafsir Ibnu Katsir, dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan 'Ikrimah).
Iman yang pengen makin tenang
Iman yang kuat tetap boleh minta ketenangan hati, asal dengan adab ke Allah ๐ค Nabi Ibrahim minta bukan karena ragu, tapi karena pengen hatinya makin mantap. Menurutmu, apa yang paling bikin hatimu tenang pas imanmu lagi diuji? ๐
Daftar sumber
- QS Al-Baqarah [2]: 260
- QS An-Nisa [4]: 125
- HR Bukhari 3372 (Abu Hurairah, "nahnu ahaqqu bisy-syakki min Ibrahim")
- Syarh Shahih Muslim An-Nawawi (penjelasan Al-Muzani: Nabi Ibrahim tidak ragu)
- Tafsir Ibnu Katsir (makna "ragu", dan jenis burung menurut Ibnu Abbas, Mujahid, dan 'Ikrimah)