Dia ninggalin rumah, gonta-ganti guru berkali-kali, terus dijual jadi budak. Semua demi nyari satu kebenaran ๐Ÿฅน Ini perjalanan Salman Al-Farisi, dari penjaga api di Persia sampai ketemu Rasulullah SAW di Madinah.

Sebelum mulai, soal sumbernya ๐Ÿค

Kisah ini diceritain Salman Al-Farisi sendiri, diriwayatin Imam Ahmad dari Ibnu Abbas (Musnad Ahmad 23737). Sanadnya dinilai hasan oleh Syu'aib Al-Arnauth. Jadi alur kisah di bawah ini semuanya dari hadits itu.

Penjaga api yang ga boleh padam

Salman berasal dari Isfahan, Persia. Ayahnya kepala desa beragama Majusi yang sayang banget sama dia ๐Ÿ”ฅ Salman ditugasin jaga api sesembahan mereka, dan api itu ga boleh padam sesaat pun (HR Ahmad, dari Ibnu Abbas).

Mampir ke gereja sampai matahari terbenam

Suatu hari ayahnya nyuruh dia ke kebun. Di jalan, Salman ngelewatin sebuah gereja dan denger orang-orang lagi ibadah โ›ช Dia kagum, "demi Allah, ini lebih baik dari agama kami." Dia tinggal di sana sampai matahari terbenam (HR Ahmad).

Dirantai, tapi tetep berangkat ke Syam

Ayahnya khawatir, terus ngiket kaki Salman pakai rantai โ›“๏ธ Tapi Salman udah tau, agama itu asalnya dari Syam. Diem-diem dia ngelepas rantainya dan ikut rombongan dagang ke sana (HR Ahmad).

Dari pendeta ke pendeta

Di Syam, Salman berguru ke pendeta demi pendeta ๐Ÿ“œ Tiap kali gurunya mau wafat, Salman nanya, "ke siapa aku harus pergi?" Dia pun pindah dari kota ke kota, sampai nyampe di Amuriyah (HR Ahmad).

Guru terakhirnya di Amuriyah bilang, udah ga ada lagi orang yang dia kenal masih di jalan yang lurus ๐ŸŒด Tapi udah deket masanya seorang nabi pembawa agama Ibrahim. Nabi itu bakal hijrah ke negeri berbatu hitam yang penuh pohon kurma (HR Ahmad).

Tiga tanda dari sang guru

Gurunya juga ngasih tiga tanda buat ngenalin nabi itu ๐Ÿ‘€ (HR Ahmad, dari Ibnu Abbas)

  • Nabi itu mau makan hadiah.
  • Dia ga makan sedekah.
  • Di antara kedua bahunya ada tanda kenabian.

Dikhianatin, dijual jadi budak

Salman bayar rombongan dari suku Kalb pakai sapi dan kambingnya, biar dia dibawa ke tanah Arab ๐Ÿ˜ข Tapi mereka khianat. Salman dijual jadi budak, sampai akhirnya dibeli seorang Yahudi dan dibawa ke Madinah. Dia langsung ngenalin negeri itu (HR Ahmad).

Ngetes tanda satu per satu

Lalu dateng kabar, seorang nabi dari Makkah tiba di Madinah โœจ Salman bawa makanan sebagai sedekah. Rasulullah SAW nyuruh para sahabat makan, sedangkan beliau sendiri ga ikut makan. Satu tanda (HR Ahmad).

Lain hari Salman bawa hadiah. Beliau ikut makan. Dua tanda ๐Ÿ‘€ (HR Ahmad)

Tanda ketiga ketemu di pemakaman Baqi'. Salman muter ke belakang Rasulullah SAW buat ngeliat punggung beliau ๐Ÿฅน Beliau paham maksudnya, terus nurunin kain dari punggungnya. Salman ngeliat tanda kenabian itu, lalu nyiumnya sambil nangis (HR Ahmad).

300 pohon kurma buat merdeka

Buat merdeka, Salman harus nanem 300 pohon kurma dan bayar 40 uqiyah ๐ŸŒด Para sahabat ngumpulin bibit, dan Rasulullah SAW nanemnya pakai tangan beliau sendiri. Ga ada satu pun yang mati. Sisa utangnya dilunasin pakai emas pemberian beliau (HR Ahmad).

Fakta vs mitos โš ๏ธ

  • โœ… Perjalanan panjang Salman nyari kebenaran: ada di HR Ahmad dari Ibnu Abbas, dinilai hasan.
  • โœ… Tiga tanda kenabian (hadiah, sedekah, dan tanda di antara bahu): ada di hadits yang sama.
  • ๐ŸŸก "Salman yang ngusulin parit di Perang Khandaq": kisah ini masyhur di kitab sirah, tapi ga ada dalam hadits Ahmad ini.

Jadi kalau kamu pernah denger kisah Salman ngusulin parit di Perang Khandaq, itu sumbernya kitab sirah. Hadits Ahmad yang jadi dasar kisah di atas ga nyebut soal parit itu.

Pelajaran dari Salman

Salman ga berhenti nyari sampai nemu kebenaran, walau harus kehilangan rumah dan kebebasannya ๐Ÿค Apa yang udah kamu korbanin buat belajar agama? Jawab di komen ๐Ÿ‘‡

Daftar sumber

  • HR Ahmad dari Ibnu Abbas (Musnad Ahmad 23737, sanadnya dinilai hasan oleh Syu'aib Al-Arnauth: perjalanan Salman Al-Farisi mencari kebenaran, diceritakan Salman sendiri)
  • Kitab sirah (kisah Salman mengusulkan parit di Perang Khandaq, tidak ada dalam hadits Ahmad ini)
Lapor kesalahan