"Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina." Kalimat ini sering banget dikutip sebagai hadits ๐ค Tapi beneran ga sih Rasulullah SAW pernah bersabda begitu?
Kalimat yang ada di mana-mana ๐
Kalimat ini populer banget. Ada di poster sekolah, buku tulis, sampai sambutan acara wisuda. Versi lengkapnya biasanya gini: "tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina, karena menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." Yuk, kita cek bareng.
Hasil ceknya โ
Bagian "walau ke negeri Cina" dinilai palsu oleh banyak ahli hadits. Ibnu Hibban di kitab Al-Majruhin bilang, "ini batil, ga ada asalnya." Ibnul Jauzi bahkan masukin kalimat ini ke kitab kumpulan hadits palsu karyanya, Al-Maudhu'at.
Syaikh Al-Albani juga menilainya palsu (Dha'if Al-Jami' no. 906). Al-Baihaqi bilang, kalimatnya emang terkenal, tapi jalur riwayatnya lemah (Syu'abul Iman). Jadi kalimat ini ga bisa disandarin ke Rasulullah SAW sebagai sabda beliau ๐
Terus bagian keduanya gimana? ๐ค
Nah, bagian "menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim" ceritanya beda. Kalimat ini diriwayatkan Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik:
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
HR Ibnu Majah no. 224 (Anas bin Malik)Bacaannya "thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslim." Satu jalurnya lemah, tapi karena jalurnya banyak, Syaikh Al-Albani menilainya sahih.
Dua bagian, beda nasib โ๏ธ
Jadi kalimat yang kita kenal itu sebenernya gabungan dua bagian yang nasibnya beda. Bagian "walau ke negeri Cina": palsu. Bagian "menuntut ilmu wajib atas setiap muslim": sahih. Karena keduanya sering digabung, banyak orang ngira semuanya hadits.
Ilmu apa yang wajib? ๐
Menurut para ulama, ilmu yang wajib dalam hadits itu terutama ilmu agama yang dibutuhin setiap orang. Misalnya cara bersuci, shalat, puasa, dan hukum halal haram yang dia temuin sehari-hari (penjelasan ulama, IslamQA).
Kabar baiknya ๐ค
Keutamaan menuntut ilmu punya hadits yang kuat banget. Rasulullah SAW bersabda, "siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga" (HR Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah).
Allah juga berfirman โจ
"Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
QS Al-Mujadalah [58]: 11Jadi semangat menuntut ilmu tetap sangat dianjurin, ke mana pun kamu belajar ๐
Fakta vs mitos โ ๏ธ
- โ "Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina": palsu menurut banyak ahli hadits (Ibnu Hibban; Ibnul Jauzi; Al-Albani). Cek statusnya di Cek Kisah.
- โ "Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim": HR Ibnu Majah (no. 224), dinilai sahih oleh Al-Albani.
- โ "Siapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga": HR Muslim (no. 2699).
Semangatnya benar, sumbernya yang diluruskan
Pesan buat rajin belajar itu tetep bener ๐ค Yang perlu diluruskan cuma penyandarannya ke Nabi. Jadi sebelum ngebagiin sebuah hadits, cek dulu sumbernya ya. Kamu pertama kali denger kalimat ini di mana? ๐
Daftar sumber
- Ibnu Hibban, Al-Majruhin ("batil, tidak ada asalnya")
- Ibnul Jauzi, Al-Maudhu'at (dimasukkan ke kitab kumpulan hadits palsu)
- Al-Baihaqi, Syu'abul Iman (matannya masyhur, sanadnya dha'if)
- Al-Albani, Dha'if Al-Jami' no. 906 (maudhu')
- HR Ibnu Majah no. 224 (Anas: "thalabul 'ilmi faridhatun 'ala kulli muslim", kalimat pertamanya dinilai sahih oleh Al-Albani karena banyak jalur)
- Penjelasan ulama, IslamQA (ilmu yang wajib terutama ilmu agama yang dibutuhkan setiap orang)
- HR Muslim no. 2699 (Abu Hurairah: menempuh jalan mencari ilmu, dimudahkan jalan menuju surga)
- QS Al-Mujadalah [58]: 11